Ia berjalan di kegelapan dan sendirian. Tangan yang dingin menyentuh pergelangan tangannya. Ia memutar tubuhnya dan mendapati sosok tak dikenal itu lagi. Ia berusaha lari namun nihil hasilnya. Ia bahkan tak bergerak sedikit pun dari pijakannya saat ini. Kakinya seperti menancap di tanah dan tubuhnya membeku. Seseorang yang tidak dikenalnya tadi mengeluarkan pisau lipat yang bahkan ia dapat mengetahui dengan sekali lihat bahwa pisau itu kelewat tajam. Orang itu mendekatkan pisau lipat ke arahnya. Sepertinya pisau itu hendak menyayat lehernya. Tepat saat pisau itu hanya berjarak dua sentimeter dari kulit lehernya, Shana terbangun. Shana bergerak gelisah. Mimpi yang sama yang sudah tiga hari ini selalu menghantuinya. Shana mengusap keringat dingin di dahinya yang bahkan sudah me

