Rabu pagi. Arthur duduk terkantuk-kantuk di sebuah ruang di rumah kakeknya. Sepertinya hari ini ia tidak akan pergi ke sekolah. Toh percuma saja walau ia ngotot ingin sekolah, ia tidak punya banyak tenaga untuk pergi dari rumah itu. Kakeknya memang keras kepala. Setelah sarapan tadi pagi, Arthur malah diserang kantuk luar biasa. Itu pasti ulah sang kakek untuk menahan Arthur tetap di sana. Seseorang mendekati Arthur yang saat ini sedang berada dalam perpustakaan. Seorang wanita akhir usia empat puluhan menawarkan bantuan pada Arthur untuk istirahat di kamar. Arthur menolak. Ia malah menyuruh pelayan yang bekerja di rumah kakeknya itu pergi. Kini hanya Arthur sendiri di ruang itu. Ia mencoba menghubungi seseorang di sisa kesadarannya. "Tolong, tolong ke sini jemput g

