Shana bangkit berdiri. Ia mengarahkan pandangannya ke deretan kursi belakang. Tujuan Shana hanya satu yaitu mencari keberadaan Arthur dan setelahnya mereka akan mencari Firzha. Shana tak mendapati sosok Arthur bahkan sampai peluit tanda pertandingan dimulai sudah terdengar. Telinga Shana juga mendengar bahwa coach team basket SMA nya sedang marah-marah pada anak-anak team basket yang bertugas sebagai pemain cadangan. "Firzha bodoh! Percuma saja sekolah kita berjuang hingga masuk ke babak final jika pada akhirnya juga kalah. Halah, aku muak dengan anak-anak manja SMA Argosaka. Besok aku akan mengundurkan diri saja sebagai pelatih basket SMA Argosaka. Lebih baik aku mengurus anak-anak tim basket dari sekolah lain yang lebih kompeten." Coach team basket itu bermonolog dengan int

