Mereka semua tersadar oleh ucapan Shana sebelumnya. Ya benar, mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Mereka hanya mencoba percaya pada apa yang mereka lihat dan mereka dapat. Entah itu fakta atau kebohongan. "Gue mulai duluan." Verrel angkat bicara. Ia menceritakan bagaimana ia bisa menemukan surat itu. Ceritanya mulai mengalir begitu saja. "Awalnya gue mau ambil jas almamater OSIS gue di ruang OSIS. Itu adalah hari penemuan mayat di sekolah kita. Tadinya semua anggota OSIS akan mengadakan rapat untuk persiapan lustrum. Tapi ya kalian tahu sendiri kalau sekolah memberi pengumuman agar semua siswa belajar di rumah karena beberapa hal. Sekolah dikosongkan, jadi ya rapat itu dibatalkan. Sekolah mulai sepi pas gue jalan ke ruang OSIS. Sampai di ruang OSIS, gue yang kala itu mega

