Musim semi di London kali ini datang dengan membawa rintik hujan yang tak kunjung usai. Namun, bagi Maria Vance Christie, langit yang mendung tak lagi terasa seperti beban yang menindih jiwanya. Aroma bunga yang mekar di taman-taman kota, tak lagi terasa seperti sebuah ejekan bagi Maria Vance Christie. Setahun yang lalu, Maria adalah wanita yang ingin mati. Sekarang, ia adalah wanita yang mulai belajar untuk bernapas kembali—dengan bantuan seorang pria bernama Michael Elias Thorne. Maria melangkah keluar dari apartemen unit nomor empat, lalu berhenti sejenak di depan pintu nomor tiga. Biasanya, setiap pagi pukul delapan, pintu itu akan terbuka tepat saat ia keluar, menampakkan Michael dengan kemeja hitam yang lengannya digulung, siap mengantarnya ke perpustakaan dengan nada otori

