Malam di London tidak pernah benar-benar menjanjikan ketenangan bagi Michael Elias Thorne. Setelah konfrontasi menyakitkan di koridor apartemen—setelah ia dengan sengaja memasang gembok besar di jendela koridor untuk mengunci satu-satunya jalan pintas Maria menuju dunianya—Michael melarikan diri. Ia menyeret raganya yang lelah menuju studio milik senior sekaligus sosok kakak baginya, Nathaniel Alexander. Di sana, di tengah aroma tinta printer foto yang tajam dan tumpukan pigura besar yang bersandar pada dinding bata ekspos, Michael akhirnya menyerah pada rasa kantuk yang dipicu oleh kelelahan mental yang luar biasa. Michael meringkuk di atas sofa kulit di sudut studio, membiarkan kegelapan menelan kesadarannya. Namun, kegelapan itu justru menjadi panggung bagi pertunjukan yang palin

