Keruntuhan Pondasi Hati

1491 Kata

Malu sekali rasanya, telah salah mengira ajakan Fito itu untukku. Tapi, sudah terlanjur terjadi. Mau bagaimana lagi. Aku hanya bisa menahan rasa malu, jika nanti akan bertemu mereka lagi. Tumpukan dokumen di meja membuatku frustrasi. Kantor yang sepi membuatku tidak bisa meminta izin pulang lebih awal. Dengan alasan apa pun. Mungkin, jika aku nekat melakukannya. Fito akan segera melayangkan surat peringatan padaku. Aku meletakkan kepalaku di meja. Di atas tumpukan dokumen yang harus aku siapkan untuk ditanda tangani oleh Fito nantinya. Tapi untuk saat ini, aku hanya ingin terpejam sebentar saja. Tuhan, tolong berikan aku kesempatan untuk tidur dan tidak diganggu oleh siapa pun. Baru juga memejamkan mata. Suara pintu dibuka membuatku terjaga. Aku merapikan rambut, mengecek bekas liur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN