Hari sudah sore, jam sudah menunjukkan waktu untuk pulang. Aku meemberekan meja kerjaku. Mengampil tas dan menyampirkannya di bahuku. Saat aku keluarr dari ruangan. aku melihat Jefri ada di depan ruanganku. Sepertinya, dia sedang menungguku. Tapi kenapa dia menungguku? Apa dia sudah tahu, bahwa tadi pagi aku mengantar Dinda? Padahal tadi aku sudah mengatakan bahwa akan ke rumahnya nanti malam. Kenapa dia malah menungguku sekarang? Aku menyapanya seperti biasa, aku tidak ingin dia curiga jika aku menyembunyikan sesuatu darinya. “Hay, langsung pulang?” tanyaku padanya. Dia sedang melipat kedua tangannya di depan d**a. Dia terlihat kesal, apa Dinda sudah memberi tahunya? Dia menggeleng, “Tidak, aku mau menjemput Dinda.” Mendengar jawabannya aku merasa kaget. “Lalu, kenapa kamu menungg

