“Hey sini!” Jefri melambaikan tangannya padaku. Aku hanya tersenyum dan berjalan ke arah mereka. Jefri sudah menyiapkan banyak makanan, ada panggangan dan juga hot pot. Sepertinya mereka telah menyiapkan hari ini, dan hanya aku yang tidak mengetahui hal ini. Kami pun duduk di karpet yang Jefri gelar di halaman rumahnya. Dinda dan Lely mulai sibuk memasak daging dan juga beberapa olahan ikan. Menyiapkan sayuran dan juga minuman. Sementara aku dan Jefri berbicara santai dan menunggu mereka selesai masak. “Sepertinya hanya aku ya yang enggak tahu acara hari ini?” ucapku pada mereka. Mereka tertawa bersama-sama. “Kalau kamu tahu, berarti bukan kejutan dong!” jawab Jefri. Kemudian dia membuka sebuah kotak yang cukup besar. Ternyata itu adalah kue ulang tahun. Di kue tersebut terpampang je

