Bab 30

1029 Kata

“Mingkem Mas! Plonga-plongo koyo ketek ketulup.” (Tutup mulutmu Mas! Bengong saja, seperti monyet kena tulup) suara Lely membuyarkan lamunanku. Pandanganku berpindah kepadanya. Aku menyipitkan mataku dan mengerucutkan bibirku. Adikku satu ini memang tidak bisa melihat kakanya bahagia. Sedangkan mereka tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang diucapkan oleh Lely barusan. Lely telah meruntuhkan pertahanan kewibaanku di hadapan Dinda. Apa lagi sekarang juga ada Sofi. Ingin sekali aku menjitak kepalanya saat itu juga. Tapi aku menahan diri untuk tidak melakukannya. Jika tidak, semakin hancurlah kewibaanku di hadapan mereka. “Kenalkan ini Sofi, temanku,” ucap Jefri. Dia mengatakan itu kepada Dinda dan juga Lely. Ah, jadi Dinda baru kali ini bertemu dengannya. Jika Sofi sampai membuka mulut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN