Author’s POV. Dinda berdiri di depan rumahnya. Beberapa kali dia melihat jam yang melingkar di tangannya. Sesekali dia juga melihat ke arah jalanan. Mungkin saja Pio sudah hampir sampai di tempatnya menunggu. Ada beberapa orang yang mengendarai sepeda motor melintas ddi depannya. Sayangnya, Pio tidak ada di antara mereka. Dinda menghembuskan napasnya dengan perlahan. Dia harus segera sampai di kampus. Jika tidak dia akan terlambat dan tidak bisa mengikuti kelas. Karena Dosen yang mengajarnya adalah Dosen killer yang tidak mempunyai rasa belas kasihan sedikit pun. Saat Dinda menendang-nendang batu yang ada di dekat kakinya. Ada sebuah mobil mewah yang tiba-tiba berhenti di hadapannya. Dia mengerutkan keningnya. Siapa yang tiba-tiba berhenti di tempatnya berdiri? Kaca mobil itu pun mulai

