Bab 21

1513 Kata

“Sudahlah enggak usah dibahas, itu sudah berlalu,” jawab sakura dengan ringannya. Seolah hatinya tidak merasakan sakit sedikitpun. “Kalian bisa saling mengobrol, kami akan segera pergi,” ucap Jefri. Ternyata ini adalah rencana mereka. Dia dengan sengaja mencomblangkan aku dengan temannya yang bernama Sofi. Mereka kurang kerjaan atau sangat pengertian padaku? Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran mereka. Terlebih pada Jefri. Dia terus menerus meminta bantuanku untuk menghubungi Dinda. Dan sekarang? Dia malah dengan santainya menggandeng Sakura pergi dari cafe. Meninggalkan aku bersama dengan seorang wanita. Aku kembali meminum kopiku. Dia terlihat diam dan pemalu, cantik sih, tapi Dinda lebih cantik. Dia juga mulai meminum minumannya dan memakan camilan yang sudah Jefri pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN