Bab 22

1654 Kata

Sejak semalam aku kira Jefri tidak akan mengungkit soal Dinda lagi. Karena dia terlihat bgitu bahagia dengan Sakura. Tapi nyatanya, siang ini. Saat kami sedang makan siang di kantin kantor. Dia tiba-tiba menanyakan Dinda padaku. Menanyakan apakah dia sudah membalas pesanku atau tidak. Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran temanku ini. Ini sungguh menjengkelkan. “Yo, Dinda sudah membalas pesanmu?” dia menanyakannya langsung. Entah, apa aku harus jujur atau tidak. Sebenarnya, Dinda sudah membalas pesanku semalam. Saat aku bersama dengan Sofi. Aku bahkan membalas pesannya beberapa kali. Sebelum akhirnya dia berpamitan untuk tidur. Karena terlalu lelah setelah membantu acara temannya. Dia juga bercerita tentang Jefri yang terus menghubunginya. Untung saja aku belum mengatakan p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN