Bab 55

1069 Kata

Aku menyentuh lengannya. “Hey! Ayo turun! Tadi rengek-rengek takut telat, sekarang malah bengong!” ucapku lagi. Dia terlihat kaget dengan sentuhanku. “Mas, kita pulang saja, yuk?” ucapnya dengan wajah memelas. Ada apa dengan gadis tomboy dan bawel ini? “Kenapa?” “Aku ... malu, Mas.” Dia mengucapkannya sambil menunduk. Astaga, apa yang membuatnya harus malu? Dia datang dengan pakaian terbaiknya, dengan kakak tergantengnya, juga dengan mobil milik Bapaknya. Dia juga membawa hadiah. Apa lagi yang membuatnya menjadi malu? Aku melipat tangan di dpean d**a. Kali ini aku rasanya aku tidak bisa lagi menahan emosi. Aku baru datang tadi dia nyerocos minta segera berangkat. Dan sekarnag dia mengkeret mita pulang? Apa-apaan dia? “Lel, kita sudah jauh-jauh ke sini. Tadi kamu juga rengek-r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN