Author’s POV. Lely berjalan perlahan ke arah Dito, saat Sofi mendorongnya untuk memeberikan kado itu padanya. Saat dia menoleh, Sofi sudah tidak ada di sana. Lely menghembuskan napasnya dengan pelan. dia mencoba memberanikan diri untuk mendekat ke arah Dito. Dia terlihat asik berbincang dengan teman-temannya. Rasa ragu kembali menyelinap di hati Lely. Apa dia pantas? Apa dia bisa memberikan kadi itu padanya? Langkahnya terhenti, saat ada seorang anak laki-laki seumuran Dito menghalaunya. Dia menabrak Elly dengan sengaja. Hingga kado yang dia bawa pun jatuh ke lantai. Terdengar ada sebuah benda yang pecah dari dalam bingkisan tersebut. Lely menutup mulut dengan tangan, benda yang sudah dia siapkan sedemikian rupa. Sepertinya hancur karena terjatuh barusan. “Maaf, tidak sengaja!” uc

