"Ana," Annisa menerobos pintu ruang inap Ana. Wanita itu langsung menghambur ke pelukan Abel. "Ada apa sih? Kamu bikin aku khawatir aja," Ana tersenyum, "Nggak apa-apa Nis," "Kantor geger tahu, karena kasus penculikan yang kamu alami sama Pak Niko, eh, bukan, si Niko sialan." Ana tertawa mendengar dumelan Annisa pada Niko. "Kok bisa sih dia kaya begitu sama kamu?" "Panjang Nis ceritanya, nanti aja aku ceritain kalau udah keluar dari rumah sakit." Annisa menghela napas, tak ingin lagi mendebat. Dia memang harus menyimpan rasa penasaran sampai keadaan Abel benar-benar membaik seperti sedia kala. "Kamu udah tahu belum kalau Ben, koma?" "Apa? Koma? Lagi?" "Lagi?" Annisa menyipitkan matanya. "Emang sebelumnya dia pernah koma?" "Kamu tahu Ben dimana?" "Di ICU. Dari kemarin katanya belu

