Hantaman Keras

1014 Kata

Inhale-exhale. Inhale-exhale. Ana melakukam kegiatan itu untuk yang ke sekian kali, namun merasa pernapasannya kembali normal saat orang-orang menerobos masuk ke dalam restoran, membuyarkan tatapan Ana yang tajam. Abi berdiri gugup. Tak berhenti menggaruk tengkuknya gusar, yang sebenarnya sama sekali tak gatal. Ia hanya… tak tahu harus melakukan apa di situasi genting seperti ini. Jems yang ada di sana memandang canggung pada Abi dan Cecilia. Sedangkan Arsenio mengatupkan bibirnya, berusaha keras untuk tidak menyemburkan tawanya. Dan Annisa melihat Ana dengan penuh rasa cemas. "Emm, kalian.. Lagi ngapain? Di sini?" Abi menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. Berusaha mencairkan suasana yang genting. "Keliatannya? Emang kamu ngeliat tempat ini, tempat apa? Tempat jin buang anak?" Tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN