Menangis

1003 Kata

Siang ini Abi dan aku berada di coffee shop. Berdua, berpegangan tangan seakan hanya ada mereka saja di dunia ini. Rindu mereka seakan menguap setelah bertahun-tahun tidak saling melihat. Terlalu banyak yang berubah sehingga Ana merasa begitu asing di dekat Abi "Kamu banyak berubah." Abi mengangkat cangkir kopi ke depan bibirnya. Menyesap sedikit kopinya dan tersenyum pada Ana "Kamu juga," jawab aku kemudian tertunduk. Mendadak kecanggungan menyergap tubuh ku. "Kamu..gimana.. maksud aku, aku enggak tahu kenapa tiba-tiba kamu muncul di sini sekarang?" Abi menghela napas, menolehkan kepalanya, matanya menerawang menembus kaca cafe. "Keajaiban mungkin?" Abi menoleh ke arah ku kembali. "Sesuatu yang sama sekali tidak pernah aku pikirkan sebelumnya bahwa aku bisa sembuh. Ibuu bilang, aku p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN