Aku membuka pintu ruangan Ben. Tapi ruangan itu gelap. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana. Lalu aku berlari menuju pantry, tapi dia tak juga menemukan Ben. Aku berdecak kemudian menuju lift. Tujuannya adalah lobby. Mungkin saja pria itu sedang menunggunya di sana. Tapi saat dia sudah sampai di lobby, dia pun tidak menemukan Ben di sana. Jadi, di mana pak Gun bertemu dengan Ben untuk memberikannya sebuah payung. Secara bersamaan saat aku akan duduk di kursi dekat receptionis, mataku menangkap sesosok pria tinggi. Dan sebuah mobil putih berhenti tepat di depan pria itu. Aku menegang saat pengemudi dari dalam mobil itu keluar, melambaikan tangannya pada pria tersebut. Kemudian wanita itu mengitari depan mobil dan masuk ke kursi penumpang, sedangkan pria itu masuk ke kursi pengemudi.

