XXVII

2217 Kata

Atreya kembali mengambil wuduh untuk melaksanakan salat subuh berjamaah. Seperti biasa Afrak, lah yang akan menjadi imam. Tidak dipungkiri suara Afrak memang merdu saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, tidak heran jika dipondok, Afrak selalu menjadi imam di acara-acara besar sebagai perwakilan santri semua angkatan. Nama Afrak juga sangatlah terkenal di seluruh penjuru pesantren, bahkan bukan hanya pesantren, warga-warga di luar pondok pun selalu menyebut nama Afrak saat mendengar nama pondok. Dia memang anak emas. Awalnya Atreya menggelari kata ‘anak emas' bukan untuk kalimat sindiran. Afrak memang layak mendapat gelar itu jika ditinjau dari akademik dan non akademik, di sangat berprestasi di kelas dan juga sangat hebat di luar pondok. Afrak bak bulan yang sempurna di mata manusia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN