XXVI

2279 Kata

“Gue tahu omongan Afrak pas salah tadi salah, tapi itu gak menutup kemungkinan kalo perbuatan kalian juga salah. Kalian udah rusakin pohon dia. Jadi kalian mesti minta maaf.” “Hem, memang sebaiknya kita minta maaf. Si Afrak ngambil pohon itu pake usah, wajar sih dia marah. Terutama gue yang buat pohon dia rusak,” kata Abimata. “Buat apa? Tuh anak songong, Rex. Entar yang ada kita minta maaf malah di hina kayak tadi,” sahut Abidan, kokoh pada pendiriannya. “Udahlah, gak rugi juga kita minta maaf,” bujuk Abimata. “Gak usah tahu! Lo lupa ya, Lo udah minta maaf tadi. Seharusnya dia yang minta maaf ke kita, udah ngina kita. Kita gak perlu nunduk terus sama tuh anak songong. Kemarin dia yang hina, gue yang minta maaf. Sekarang, mesti gue lagi gitu?! “ Abimata tahu jelas bagaimana kara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN