Tanpa banyak kata lagi Rere kembali ke kamarnya. Bibi hanya bisa geleng-geleng. "Namanya juga lagi jatuh cinta," kata bibi. Satu persatu Rere menaiki anak tangga dengan setengah berlari. Sebelum menjawab telepon, ia menarik napas panjang, senyam-senyum sendiri melihat ke jendela. Biasanya ia melihat Reno menunggu di sana saat menjemput. Hatinya memekik sebelum menyentuh gambar telepon warna hijau yang muncul pada layar. "Hallo," Rere menjawab dengan suara sangat lembut "Re," Omaigat !!! Entah kenapa kali ini mendengar suara Reno rasanya ribuan kali lebih bahagia dari biasanya. Tau saja kalau sedang ditunggu-tunggu. "Reno?" "Iya ini Aku Re, aku baru sampai. Aku masih di Bandara. Ini nomorku selama bertugas di sini ya, setelah ini aku langsung menuju ke markas. Nanti ada acara penya

