Azel berjalan di Lorong sekolah menuju kelasnya dengan langkah pelan dan lemah. Wajahnya lesu dan rasanya ingin sekali tidak datang ke sekolah. Kejadian kemarin membuatnya tak enak dengan Arga. Kakaknya seperti pengasuh bayi yang gila. Kalau ada kata di atas gila, kakaknya ada di level diatas gila, di atasnya dan di atasnya. Sinar matahari pagi masuk melalui jendela – jendela kaca dan menembus dengan bebas. Membentuk garis – garis persegi panjang karena Sebagian kaca tidak terpantul karena terhalang kayu. Azel mengembuskan napas ke udara, memandang ke keluar jendela dimana langit begitu biru tanpa dihiasi awan. Hari yang sangat cerah tapi hati Azel justru sangat mendung. Rasa enggan untuk sekolah masih menggelayutinya tapi tidak ada yang bisa ia lakukan selain tetap berangkat karena uj

