Kekesalan Yudistira

1496 Kata

Yudistira keluar rumah sambil memeriksa jam tangannya. Langkahnya cepat menunjukkan kalau ia sedang tergesa – gesa. Setelah masuk mobil, ia menekan klakson untuk meminta Pak Darmono untuk membuka pintu pagar. Setelah pintu terbuka lebar, Pak Darmono hormat ala tentara sambil tersenyum lebar. Yudistira segera memacu mobilnya, mengeluarkan mobil lalu membelok ke kiri. Ia ada janji dengan seseorang di sebuah café jam lima sore. Meskipun jam masih menunjuk angka tiga, namun Yudistira tidak ingin terlambat … Ia tak suka terlambat. Janji itu cukup penting karena berhubungan dengan usahanya yang sedang dirintis. Seseorang yang akan membuatnya mendapat tender puluhan juta rupiah. “S*it.” Yudistira melihat sebuah mobil mewah berwarna merah yang tak asing lagi berada di belakangnya. Yudistira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN