Yudistira melihat seorang cewek aneh yang tiba – tiba menghadang jalannya. Tersenyum kepada orang asing sepertinya adalah sesuatu yang tidak masuk akal baginya. Cewek sinting, ucapnya dalam hati. Tanpa basa – basi, Yudistira melewati Sherly begitu saja. Tetapi saat melewati tangga, ia menghentikan langkah. Lima menit lagi pelajaran dimulai, jika tidak salah tebak seharusnya Azel sekarang sudah ada di dalam kelasnya. Tanpa canggung, Yudistira menaiki anak tangga menuju kelas Azel yang ada di pojok ruangan, dekat dengan pintu kaca yang memisahkannya dengan balkon. Murid – murid cewek yang melihat Yudistira tidak sedikit yang terpana dengan ketampanannya. Yudistira yang tinggi dan gagah, memakai pakaian yang trendi dan sangat pas dengan dirinya adalah sebuah daya tarik tersendiri. Ti

