Tiga sahabat yang kembali rukun setelah perkelahiannya dengan Sherly pun hanya bisa mengembuskan napas berat dengan sangat pasrah. Meski hari sudah semakin sore, tetapi ketiganya seakan masih betah berada di sekolah. Duduk di sebuah bangku di depan lapangan sepak bola. Di tangan mereka terdapat sebuah surat panggilan orang tua. Buah dari perkelahian sengit dengan tiga cewek yang sangat mengganggu mereka. “Kenapa jadi seperti ini,” sesal Quindy. Gadis itu tentu saja takut akan dihukum gantung oleh ayah dan ibunya. Meski itu tidak akan mungkin, tapi orang tuanya pasti sangat marah. “Mamiku pasti bakal nangis kejer kalau tahu dipanggil ke sekolah karena aku berkelahi, sama cewek pula … enakan kamu, Zel. Tidak ada ortu pasti tidak ada yang memarahi kamu,” kata Archie dengan suara lemah. “E

