“Apa yang kalian lakukan!” seru Archie dengan suara keras. Tiga cewek berdiri mengelilingi satu cewek yang sedang berlutut itu segera memandang ke arahnya. Bagi Sherly, Archie hanyalah cowok alay yang takut menghadapi masalah apapun. Dia hanya anak mami yang siap mengadu jika terkena masalah. Ia pun menyuruh dua temannya menarik Archie dan Azel masuk ke toilet. Archie sudah terlanjur marah bahkan otot – otot lehernya mencuat. Ia siap memasang badan untuk Azel bahkan untuk Quindy. Karena meskipun masih kesal dengan Quindy, Archie tidak bisa mengacuhkan cewek itu. “Kamu apain dia?” tanya Archie dengan d**a tegak untuk menunjukkan perasaannya yang tak takut pada siapapun. Sherly hanya tertawa sinis melihat gaya Archie yang melambai tapi suaranya begitu jantan. Ia mendekati Archie, berdiri

