Azel terkejut hingga wajahnya memucat, matanya melebar dan kedua tangannya berpegangan pada sabuk pengaman. Ini kejadian kedua yang pernah dialaminya dalam waktu berdekatan pula. Bahkan sekarang lebih buruk lagi karena BMW Yudistira menabrak seorang premotor. Sang pengendara motor tidak sampai jatuh, tapi secara spontan ia melihat ke belakang sambil memberi kode agar Yudistira segera keluar. Wajahnya menegang dan kedua alisnya bertautan seakan siap melakukan sesuatu yang buruk kepada kakaknya. “Zel kamu tidak apa – apa?” tanya Yudistira sambil menyentuh pundak kanan adiknya. “Aku … tidak baik – baik saja.” Azel segera menoleh dan menggenggam tangan kakaknya dengan erat. “Kakak, bagaimana ini….” Serunya. Pengendara itu menggedor jendela beberapa kali. Wajahnya ditempelkan ke kaca hingga

