Arga pulang setelah menikmati makan siang yang menyenangkan. Makan sayur asem, ikan ekor kuning goreng, tempe goreng lengkap dengan sambal. Menu sederhana tetapi memiliki cita rasa yang luas biasa. Arga bahkan dua kali nambah, karena makanannya memang sangat lezat. Azel puas bisa berlama – lama dengannya, tapi ia sangat berharap bisa makan bersama Arga lagi suatu hari nanti. Ia mengantarkan Arga sampai di depan gerbang. Cowok itu memilih naik ojek untuk kembali ke rumahnya setelah menolak tawaran diantarkan Pak Priyo. Azel mengerti, mungkin Arga gengsi jika harus diantar pulang oleh orang lain. Azel melambaikan tangan dan terus berada di luar meskipun Arga sudah tidak kelihatan lagi. Sambil tersenyum sendiri seperti orang gila, masih memandang jalanan komplek yang sepi seakan sedang m

