“QUINDY … ARCHIE!” Azel berlari masuk ke rumah Archie sambil membuka tangan lalu memeluk kedua sahabatnya dengan erat. Sampai Archie mendorong Azel saking eratnya pelukan itu. “Duih, lebay banget sih lo,” ledek Archie sambil mendorong Azel yang menempel seperti perangko. Azel meringis lalu duduk di tengah – tengah sahabatnya. Di sebuah sofa panjang yang ada di depan kolam renang di halaman belakang rumah Archie. “Kalian pasti nggak bakal nyangka aku kemarin sama Kak Vino gimana,” seru Azel sambil memamerkan gigi – geliginya yang putih dan rapi. “Darl, kita tahu kok lo mau cerita apa. Yak an Quin?” Archie meminta dukungan dari Quindy. Quindy mengangguk dengan begitu cepat, seakan mengatakan kalau ia sekata dengan Archie. Cewek itu lebih peduli pada semangkuk es krum vanilla ketimbang m

