Azel mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan Yudistira. Kantornya sangat futuristic, sangat berbeda dengan luar ruangan sang kakak yang terkesan cozy dan homy. Ruangan Yudistira full kaca. Ruangan itu menjorok sehingga dari luar tampak jelas bentuknya. Kaca film melapisi seluruh bagian sehingga dari dalam ruangan bisa melihat semua hal yang ada di luar namun dari luar tidak terlihat apapun. Di dalam ruangan Yudistira, terdapat sebuah rak yang terbuat dari baja hitam yang kuat. Diisi berbagai buku yang berhubungan dengan pekerjaan. Di rak tersebut sebuah foto elektronik memperlihatkan foto berbagai pose. Ada dirinya dan Yudistira, serta om dan tantenya. Azel mendekati frame foto seukuran A4 tersebut, melihat isinya sambil menggembungkan pipi. Menunggu dengan sabar pose – pose yang

