Delvino hanya bisa menatap gawainya sambil mengembuskan napas berat. Ia berencana mengajak jalan Azel untuk merayakan kesuskesan karena sudah memenangkan tender besar. Tapi sayang, Azel tidak mengangkat telepon dan tidak membalas chatnya. Meringis, Delvino menatap gawai yang dihiasi chat – chat lama dengan Azel. Padahal cewek itu sudah tahu kalau ia seorang yang sukses, tapi tak pernah sekalipun meminta ini itu darinya. Delvino pernah pacarana dengan beberapa cewek sebelumnya. Sayangnya semua cewek yang pernah dipacarinya seperti cewek matre yang suka dengan barang mahal dan mewah. Bahkan salah satu mantannya sudah membuatnya hampir bangkrut karena meminta barang yang terlalu mahal hingga akhirnya ia memutuskan untuk putus. Tapi Azel lain cerita. Ia tahu barang yang dipakai Azel juga

