Salah Hadiah

1213 Kata

Delvino mengajak ketemuan Azel di café seperti biasanya. Ia sudah sangat tak sabar ingin melihat reaksi Azel saat menerima tas yang ia beli kemarin. Duduk di tempat yang kini jadi tempat favoritnya dengan Azel, Delvino sudah sampai lima belas menit lebih awal dari janjian. Ia tersenyum sendiri seperti orang gila. Bayangan – bayangan indah menari – nari di kepalanya. “Thanks, ya Kak. Hadiahnya keren banget.” “Wow, ini kan tas terbaru.” “Suka banget. Kakak baik banget deh.” Begitu ekspresi yang ada di pikiran Delvino. Saat Azel masuk café, Delvino melambaikan tangan sambil tertawa lebar. Ia terlalu bersemangat, bahkan saat memanggil Azel pun membuatnya jadi pusat perhatian karena memanggil Azel terlalu keras. Azel berjalan pelan mendekatinya. Delvino berdiri untuk menyambut kedatan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN