Hadiah Sederhana

1510 Kata

Jalan dengan Delvino tentu berbeda saat jalan dengan Yudistira. Azel memilih menggandeng tas selempangnya sambil melangkah pelan di samping cowok yang tingginya serratus delapan puluh sentimeter itu. Berjalan di sampingnya, membuat muka Azel menghangat, pipinya memerah seperti blush on alami yang dibubuhkan disana. “Kamu mau apa, Zel?” tanya Delvino. Azel tidak tahu apa yang ia inginkan. Ia sudah memiliki semua yang dibutuhkan. Lagipula kalau ia membutuhkan sesuatu tinggal minta ke kakaknya. “Udah deh, Kak. Nggak usah beliin aku apa – apa,” ujar Azel sambil menggerakkan kedua tangannya sebagai tanda penolakan. “Ya nggak bisa gitu. Aku kan sudah niat mau beliin kamu sesuatu. Gimana kalau tas, kamu pilih sendiri tasnya,” tawar Delvino. Azel menggeleng, tasnya sudah cukup banyak. Lagip

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN