Azel ke kamar Yudistira untuk mengambil strapler. Ia masuk tanpa mengetuk pintu karena toh pemilik kamarnya sudah pergi bekerja. Setelah ia menstrapler beberapa kertas, tanpa sadar matanya tertuju pada tempat sampah yang terbuka. Buku yang ia berikan kemarin ada di dalamnya. Membuat gadis itu terkejut lalu memungutnya. “Kenapa dibuang?” gumamnya. Azel jadi jengkel bukan main. Kenapa kakaknya membuang buku yang ia belikan kemarin? Azel yakin kakaknya tak suka dengan buku pemberiannya. Tapi tidak perlu sampai dibuang juga kan. Azel yang kesal memutuskan untuk menghubungi kakaknya, ingin menanyakan kenapa kakaknya beruat seperti itu. “Halo, Zel,” sapa Yudistira melalui sambungan telepon. “Kakak kenapa membuang buku yang kubeliin?” tanya Azel tanpa membuang waktu. “Apa?” “Kakak janga

