Gadis itu berlari ke kamarnya setelah tahu kalau ia harus makan malam dengan keluarga. Ia tak enak jika menolak ajakan mereka, membuatnya dengan terpaksa harus merelakan makan malam dengan Delvino. Azel menghubungi Delvino melalui sambungan telepon. Ia mondar - mandir seperti orang gila, sambil menggigit kuku, menunggu Delvino mengangkat teleponnya. "Halo," sapa Delvino. "Halo, Kak. Kak, maaf aku nggak bisa ikut makan malam denganmu,” kata Azel saat menghubungi Delvino. “Kenapa, Zel?” tanya Delvino, terdengar sangat sedih karena tidak bisa pergi dengan Azel. “Aku ada makan malam sama keluarga nih,” kata Azel. “Oh, kita pergi bareng saja, bagaimana?” tawar Delvino. Andai bisa seperti itu, pastinya Azel akan sangat bahagia bisa makan dengan keluarga dan juga Delvino. Tapi ia belum sia

