Azel segera mendekati Quindy yang tak sadarkan diri. Tangan kanannya menjulur di atas dudukan toilet sementara kepalanya bersandar pada tangannya. Tubuhnya lunglai tak berdaya di atas lantai yang dingin. Arga segera masuk bilik toilet yang kecil itu, dengan susah payah menggendong Quindy lalu membawanya berlari ke klinik sekolah yang berada tak jauh dari toilet. Azel dan Archie berlari mengikuti Langkah Arga hingga tiba di klinik sekolah. Dengan cepat tanggap suster segera menyingkap kelambu pemisah ranjang satu dengan yang lainnya. Dengan pelan Arga meletakkan Quindy lalu menyingkir, memberi jalan dokter untuk memeriksa kondisinya. Archie dan Azel menangis sambil berpelukan, berharap kondisi Quindy baik – baik saja. Mereka berdua sama sekali tak berpikir kalua Quindy sampai sesakit i

