Napas Yusa mulai berat, tangannya yang lemas reflek bergerak menarik tangan Boby dari lehernya. Matanya mengernyit menahan sakit. Ia masih berusaha menarik oksigen, ia harus tetap hidup,banyak hal yang harus dilakukannya. "Ja ... ngan ... bu-bu ...nuh ... a-aku!" Yusa berusaha kuat memohon. Boby melepaskannya cengkraman tangannya, namun kembali menindih Yusa dan kembali menghujani tubuh Yusa dengan ciuman, gigitan dan remasan di bagian d**a. Yusa merasa jijik, tangis semakin pecah, ia meronta dan berusaha lepas dari Boby tapi tak bisa. Ia berharap siapapun bisa mendengar suaranya dan datang menolong. Sampai akhirnya ia mendengar suara motor Taka yang mulai mendekat. "Taaakaaaaa!" teriaknya sekuat tenaga. "Tolong aku!" Mendengar jeritan dari dalam rumah, Taka segera turun dari motor. I

