"Aku ambil karpet dulu, ya." "Bukan di bawah, Ka. Tapi di sini." Yusa menggeser tubuhnya dan menepuk bantal di sebelahnya. Taka merasa sangat berat menjawab permintaan Yusa. Jika hanya sekedar menemani, ia bisa lakukan. Namun untuk tidur bersama dalam satu tempat tidur, itu sesuatu yang berat. Hanya sekedar berada di dalam satu kamar dengan Yusa saja sudah membuatnya menahan diri sekuat mungkin. "Aku tidur di bawah aja ya, Sa," bujuk Taka. Lagi-lagi Yusa tidak bisa memaksa. Ia mengangguk setuju. Setidaknya ada Taka yang menemaninya. Taka mengambil karpet berukuran sedang dari kamar sebelah dan menggelarnya tepat di samping tempat tidur Yusa. Ia mengambil satu bantal milik Yusa dan dibuatnya sebagai alas kepala. "Tidur, Sa. Aku di sini." Yusa mulai memejamkan matanya. Taka masih ber

