"Kenapa kamu sejahat ini padaku? Aku hanya ingin membantumu. Aku ingin kita terus bersama." "Maafkan aku, Sa. Maafkan aku." Taka mempererat pelukan pada wanita yang tengah terisak dalam pelukannya itu."Aku nggak mau kamu terlibat terlalu dalam di duniaku, Sa. Kamu punya masa depan yang cerah, dan aku nggak mau merusaknya." Yusa melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Taka. Ia melihat mata pria itu berair, sekali berkedip akan mampu menjatuhkan bulir kesedihannya. "Kita bisa terus bersama. Kamu harus berhenti, kamu harus sembuh, kamu harus keluar dari duniamu, Mas." "Berat, Sa! Aku sudah melakukannya berkali-kali dan semuanya kembali begitu saja!" Air mata itupun jatuh juga. "Kita belum mencobanya bersama." Taka menggeleng. Ia mengancingkan kembali baju Yusa yang sudah ia buka secar

