"Apa Dia akan memberikanmu padaku jika aku memintamu dariNya?" Di antara rasa gugup, Yusa mencoba memahami maksud dari kalimat Taka. Namun ia takut salah menyimpulkan. Segala pemikiran Yusa hilang sudah ketika Taka melepas pelukan dan membalikkan tubuhnya. Pria itu sedikit mencengkram kedua bahunya dan menatapnya lembut. Tak ada kalimat yang keluar dari mulut Taka, hanya sorot mata yang membuat Yusa enggan berpaling dari sana. Kenapa, Ka? Apa kamu mempunyai perasaan padaku? Yusa ingin menanyakan hal itu, tapi mulutnya enggan terbuka, sulit. Masih bisa bernapas dalam keadaan seperti ini saja sudah sangat bersyukur. Ia tak akan menanggung akibat jika berani bertanya hal seperti itu pada Taka. Ada rasa takut jika saja Taka tiba-tiba bersikap dingin lagi padanya. "Kamu ingin menanyakan se

