28

1577 Kata

"Maaf, Ummi. Saya numpang ke kamar mandi dulu boleh?" Yusa berdiri, ia berusaha menghindar dari obrolan itu. "Eh, kamu nggak nyaman dengan pembicaraan kami, ya?" tanya Aminah. "Bu-bukan, Ummi. Saya benar-benar mau ke kamar mandi." Yusa tergagap. Aminah tersenyum dan mempersilahkan Yusa pergi sedangkan yang lainnya tetap menyantap makan malamnya. "Adikmu masih lajang, Ka?" bisik Aminah. "Ummi ... apaan sih!" sergah Sakhiy. Ia tak nyaman dengan sikap Umminya. "Ih, Abang kalau malu-malu lucu, deh." Tisya ikut menggoda. "Jangan bikin orang salah paham, napa?" Sakhiy semakin kesal. "Udahlah, Bang. Kalo suka nggak usah gengsi," sahut Irsyad, adik laki-laki Sakhiy yang pendiam ikut angkat bicara. "Astaghfirullah! Napa semua jadi gini, sih? Udah jangan bicara macam-macam. Dia akan tinggal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN