Yusa menepis tangan Taka. "Kenapa kamu selalu berkata seperti itu, Ka? Apa aku kurang cantik? Apa aku kurang sexy? Apa aku kurang pintar untuk menjadi istrimu seutuhnya?" tanya Yusa."Katakan padaku, Ka. Aku ingin menjadi yang terbaik untukmu, aku ingin menjadi milikmu." "Jangan salahkan dirimu, Sa. Turuti semua rencanaku demi kebaikanmu, demi masa depanmu." "Apa kamu akan menceraikanku?" "Bukankah itu yang menjadi alasanmu menikah, Sa?" Yusa terkejut. "Kumohon, Sa. Fokus pada masa depanmu. Sedikit lagi kamu bisa meraih cita-citamu. Aku akan menemanimu meraih itu. Jangan sia-siakan apapun yang tidak penting." "Tapi kamu penting buatku, kamu berharga buatku." "Kamu juga berharga buatku, Sa." "Ka ...." "Aku harus segera masuk. Kamu harus kembali. Aku akan meneleponmu nanti." Yusa me

