"Sa! Aku nunggu jawaban kamu." Yusa menganggukkan kepalanya, namun sesaat kemudian ia baru menyadari jika Taka tak akan mengetahui anggukannya. "I-iya, Ka. Iya!" jawabnya dengan wajahnya yang semakin merona merah. "Besok telepon aku kalau ada waktu." "He'eh." "Aku tutup teleponnya." "Iya," "Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsalam." Diam. Yusa masih menahan ponsel di telinganya untuk mendengar nada berakhirnya panggilan. Namun tak didapatinya. Ia melihat layar ponsel dan waktu panggilan masih berlanjut. "Kok belum dimatikan?" tanya Yusa penasaran. "Takut aja." "Nyalain aja semua lampu rumahnya, Ka. TV-nya nyalain, biar nggak kerasa sendirian." Saran dari Yusa justru membuat Taka di seberang sana tertawa keras."Kok malah ketawa?" "Nggak, apa. Aku lupa kalau kamu memang sepolos itu."

