Hamil?

1100 Kata

“Waah! Kalau itu gue nggak tahu, Jo. Elo tanya aja ke dia nanti kalau udah pulang. Tunggu sampai minggu depan, Jo. Gue nggak punya nomornya soalnya. Tapi, alamat rumahnya gue ada. Nanti gue kirim deh, ke elo.” Jonathan menghela napas panjang. Setidaknya dia harus sabar menunggu sampai Devano tiba di Indonesia. “Ya sudah. Kirim alamat rumah Devano sekarang juga, yaa. Aku tunggu. Satu lagi, thank you untuk informasinya.” “Ya, sama-sama.” Galuh menutup panggilan tersebut. Jonathan kemudian menatap Laura yang sudah terlelap dalam tidurnya. “Aku tidak ingin kehilangan kamu, Laura. Aku juga tidak ingin memiliki anak dari orang lain selain dengan kamu,” ucapnya dengan pelan. Ia kemudian menghubungi Albert, berharap papanya masih terjaga. “Ada apa, Jo?” tanya Albert di seberang sana. Kini, l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN