Satria melangkah mendekati meja makan. Disana Abi sudah nongkrong, mendahuluinya menikmati sayur bening, sambel, dan tahu tempe buatan istrinya yang dia akui lebih nikmat dari makanan restauran mewah. Ya iyalah! Dimana-mana masakan istri yang paling mantep jiwa. Harus dan kudu sering-sering dipuji, kalau masih mau meja makan terisi dengan makanan rumahan super lezat, sehat, dan tentunya gratis tis tis. Yang biasanya pagi, siang, sama malem makan diluar atau beli bawa pulang. Sekarang udah nggak bro, maaf-maaf aja ya, bukannya sombong nih. Ah dasyat. Jadi suami memang seenak itu. Contohnya, dia baru duduk aja. Farissa sudah cengar-cengir, membawakan secangkir teh tawar, karena Satria kurang suka kopi. Selain tidak bagus untuk kesehatan, kopi juga akan membuat giginya berubah coklat-cok

