"Cha, dengerin Mama dulu. Mamanya ngomong malah dicuekin." Farissa berhenti makan. Menatap Mamanya yang super super excited itu dengan pandangan malas. Bibir Mamanya yang dipoles gincu merah genjreng tidak berhenti tersenyum. "Beneran deh Cha. Mama nggak nyangka banget kamu nikah secepat ini. Ya walaupun dapet duda dan cuma karyawan biasa. Nggak papalah ya. Mau sama kamu ada udah syukur alhamdulillah Mama." Nafsu makan Farissa hilang entah kemana. Didorongnya mangkok berisi sop ayam di depannya. Menatap Mamanya dengan raut tidak suka. Safira memanglah ibunya. Tapi Satria suaminya. Dan sebagai seorang istri Farissa merasa tidak senang suaminya dipandang rendah seperti itu. Cuma karyawan? Ya Farissa tau pekerjaan Satria hanya karyawan biasa divisi keuangan di salah satu perusahaan. Tidak

