“Jasmin?” Gumam Emir pelan, namun cukup jelas di telinga Rindu. Wajah tampan Emir seketika berubah lebih hidup, menatap sendu wanita di depannya. Tubuh Rindu terpaku di tempatnya, otaknya seketika lumpuh, dan mendung menyelimuti matanya tatkala melihat Emir berdiri di depan mantan tunangannya. Rasa syukur terucap di hati Rindu saat melihat Jasmin ternyata tidak sendiri, suaminya berdiri di belakangnya, sedang menguncir rambut panjang Jasmin penuh perhatian. “Emir?” ucap Jasmin dengan mata melotot, terkejut dengan pertemuan mereka yang tak terduga. “Hai Jasmin, lama gak ketemu.” Emir mengulurkan tangannya, senyum tipis terukir di bibirnya. ‘Lebay! Lama apaan? Mereka baru satu bulan gak ketemu.’ gerutu Rindu sembari membuang muka, hatinya sakit, tidak sanggup melihat Emir menata

