13. Si Endut

1605 Kata

Srak… Sepasang tangan tiba-tiba mendorong buku yang barusan susah payah Rindu tarik. Membuat mata bulat wanita itu seketika melotot. Wajah cantiknya terlihat jengkel menatap bukunya yang kembali melesak ke dalam rak. Punggung Rindu menggigil merasakan sosok tubuh tinggi nan hangat terasa kuat di belakang tubuhnya, mengungkungi tubuh kecilnya dari belakang. “Ngapain kamu disini?” Suara berat Emir membuat Rindu semakin terperanjat kaget. Buru-buru Rindu berbalik. “E-emir? Ng-ngapain kamu di sini?” ucap gadis itu salah tingkah. Tubuh tinggi suaminya yang berdiri terlalu dekat membuat nya gugup. “Kamu yang ngapain disini?” Emir memutar balik pertanyaan Rindu. Kedua alis tebal Emir saling bertaut mengagumkan. “Dari tadi aku mencarimu kemana-mana. Untunglah banyak yang lihat kalau kamu s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN