Bab 42

1137 Kata

Di antara banyaknya doa, hanya satu doa Marni yang mungkin tak akan Tuhan kabulkan. Permintaan Marni di luar nalar. Ia meminta agar Tuhan menghapus— pembuat cikal bakal— masalah yang menggandrunginya. Alih-alih menyelesaikan, ia lebih senang meminta hal bodoh itu. Umur disertai asam garam yang ia miliki tak berbekas di jiwa wanita itu. Bahkan di hari-hari terakhir ia akan membuka tabir ini saja ia sempat-sempatnya mengulurkan niatnya untuk membongkar semuanya. Tapi keadaan tak mengizinkan. Dibanding pernikahan itu terjadi, membuat ia mau tak mau harus mengakhiri keegoisannya, ketakutannya. “Tak ada waktu untuk mundur. Kamu sudah lama bersembunyi.” Andre menatap lekat pada manik sayu sahabatnya itu. Tak ubahnya cenayang , lelaki itu mengetahui apa yang Marni pikirkan. Mencari cara untuk k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN